Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Pantun kepahlawanan

Apa guna kepuk di ladang
Kalau tidak berisi padi
Apa guna berambut panjang
Kalau tidak berani mati

Guruh berdentum bumi bergegar
Ayam jaguh sedang bersabung
Jangan cakap sahaja berdegar
Hulur senjata kita bertarung

Limau bentan di tepi tingkap
Budak-budak melempar burung
Harimau di hutan lagi kutangkap
Inikan pula cicak mengkarung

Pudak bukan sebarang pudak
Pudak tumbuh di tepi lombong
Jalak buka sebarang jalak
Jalak biasa menang bersabung

Anak Cina bersampan kotak
Muatan sarat dengan ragi
Biar retak bumi kupijak
Kamu takkan kulepaskan lagi

Hang Jebat Hang Kasturi
Budak-budak raja Melaka
Jika hendak jangan dicuri
Mari kita bertentang mata

Patah rotan tali bersilang
Batang meranti rimbun berjejal

Langkah pahlawan di tengah gelanggang
Berpantang mati sebelum ajal

Banyak batang tumbuh cendawan
Cendawan kukur jalan ke huma
Banyak orang mengaku pahlawan
Sambutlah pukul tikam pertama

Putus sudah tali temberang
Semasa belayar di sampan kotak
Jangan berlagak jaguh yang garang
Kepala sendiri nanti yang retak

Apa guna padi bukit
Padi dibendang menabur bunga
Apa guna hati sakit
Mati bertikam termasyhur lama

Tebu bukannya bangkut
Rama-rama terbang ke kuala
Bukan kami kaki penakut
Berani kami korbankan nyawa

Memang pahit buah peria
Makanan orang pergi menjala
Jikalau mengaku taat setia
Bersamalah kita pertahan negara

Cik Embun orang berbidan
Pandai mengurut sakit kepala
Biar berkalang nyawa di badan
Kedaulatan negara kupertahankan jua

Kalau mengail di lubuk dangkal
Dapat ikan sepenuh raga
Kalau kail panjang sejengkal
Jangan lautan hendak diduga

Apa guna kepuk di ladang
Kalau tidak berisi padi
Apa guna keris di pinggang
Kalau tidak berani mati

Adakah perisai bertali rambut
Rambut dipintal akan cemara
Adakah bisai tahu takut
Kami pun muda lagi perkasa

Sampan kotak mengapa dikayuh
Hendak belayar ke tanah seberang
Patah kepak bertongkatkan paruh
Pantang menyerah di tengah gelanggang

Air dalam bertambah dalam
Hujan di hulu belumlah teduh
Hati dendam bertambah dendam
Dendam dahulu belumlah sembuh

Lemaknya nasi bergulai udang
Lemak berbau santan kelapa
Rela kumati berputih tulang
Tidak kumahu berputih mata

Orang menyeberang gunakan titi
Titi dibuat tinggi di atas
Dalam telur lagikan dinanti
Inikan pula sudah menetas

Jika terjumpa ular tedung
Carilah buluh kayu pemukul
Berani buat beranilah tanggung
Tangan menjinjing bahu memikul

Perahu payang layarnya merah
Belayar menuju arah utara
Keris dipegang bersintukkan darah
Adat pahlawan membela negara

Sungguh cantik bunga yang merah
Malangnya lama tidak disirami
Kalau jasadku rebah ke tanah
Rela aku disemadikan di sini

Telur itik dari Senggora
Pandan terletak dilangkahi
Darahnya titik di Singapura
Badannya terhantar di Langkawi

Anna Abadi pergi ke Lukut
Bawa pulang kacang panjang
Sedikit pun hamba tak takut
Kalau berani turun gelanggang

0 komentar:

Posting Komentar

 

free counters

Followers Bu-Share

Jam Sekarang
Tanggal
Salam Sapa :
Status Admin : Online*
User : User Online